//
you're reading...
Uncategorized

MENGURANGI KEBODOHAN DENGAN CARA YANG MEWAH

Bulan pertama perkuliahan, saya lalui dengan sukses. Setidaknya diukur dari kehadiran saya belum pernah absen. Dari sisi kualitas, saya belum berani terlalu jumawa selain bisa katakan sejauh ini saya menikmati pembelajaran dan pertemanan.

Untuk pembelajaran, di semester awal ini ada 4 (empat) mata kuliah yakni : Filsafat Ilmu, Teori Perubahan Sosial, Metodologi Penelitian dan Kapita Selekta Pembangunan yang diampu oleh dosen yang berbeda. Filsafat Ilmu diasuh oleh Prof Suwardi, Teori Perubahan Sosial oleh DR Fikarwin, Metodologi Penelitian oleh Prof Hamdani/DR Humaizi, dan Kapita Selekta Pembangunan oleh DR Heri Kusmanto. Keseluruhannya menyampaikan materi dengan gayanya masing-masing. Prof Suwardi mengajar mengandalkan daya ingat tanpa didukung oleh buku teks dan powerpoint. Sepanjang perkuliahan ia berdiri menyampaikan materi, membangun dialog dengan mencatat pointers di white board. Hampir keseluruhan kalimatnya adalah berbentuk singkatan.

DR Fikarwin selalu siap dengan materi powerpoint. Di pertemuan awal langsung masuk ke penjelasan tentang paradigma. Beliau mencoba menstrukturkan pemahaman teoritis dalam ilmu sosial. Ini berguna untuk memberikan landasan pengetahuan dalam penggunaan pisau analisis terhadap perubahan sosial. Sementara Prof Hamdani juga dengan materi di powerpoint tetapi berusaha mendorong ke aplikasi praktis untuk menghasilkan proposal penelitian. Beliau sudah menetapkan output perkuliahan adalah proposal penelitian yang dihasilkan oleh setiap mahasiswa. Sehingga di perkuliahan lebih banyak membahas tentang rencana proposal yang dipresentasikan di kelas. Sedangkan DR Heri lebih cool dan banyak bercerita seperti tentang teori dan praktek pembangunan di negara berkembang, Termasuk contoh keberhasilan pembangunan di Taiwan yang sukses menggabungkan antara paradigma pembangunan liberal dengan Marxist serta Jepang yang berhasil membangun kembali negerinya yang porak poranda pasca perang.

Jika pengajar punya ragam, pembelajar lebih variatif lagi. Di Program Doktor Studi Pembangunan Angk-7, kami berjumlah 7 (tujuh) orang, dan satu orang diantaranya perempuan. Sehingga beliau satu-satunya yang cantik sekaligus paling cantik di kelas dan juga paling senior yakni Kak Linda Elida, dosen Departemen Sosiologi FISIP USU. Beliau juga paling ceria, paling bersemangat dan senang membawa kue ke kelas. Hampir setiap pertemuan hadir dengan jenis kue yang berbeda. Satu-satunya yang membuatku merasa lebih muda dari beliau adalah kekurang-nyamanannya membaca bahan pelajaran via elektronik (paperles). Sehingga harus meminta tolong ke kami, siapa yang bersedia untuk mencetakkan bahan yang ada untuknya.

Teman lainnya yang berprofesi sebagai dosen adalah Mujahiddin. Beliau adalah staf pengajar di FISIP UMSU sekaligus Ketua Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial di universitas tersebut. Jika dari usia Kak Linda paling senior, maka Mujahiddin yang paling junior. Tetapi beliau memiliki pengalaman penelitian dan karya tulis yang luar biasa banyak. Setidaknya jika diperbandingkan dengan kami, rekan sejawatnya sesama mahasiswa. Beliau juga memiliki keaktifan yang mengagungkan dalam mengungkapkan pikirannya dalam setiap diskusi, bahagian dari budaya akademik yang dianutnya.

Berikutnya adalah Agus Sitepu, seorang militer berpangkat Letnan Kolonel yang bertugas di Korem Pematang Siantar dengan jabatan sebagai Kasrem. Beliau pencipta lagu dan suka menyanyikan lagu bertema kebangsaan. Kesukaannya menyanyi sepertinya melampaui kesukaannya membaca buku. Tetapi beliau memiliki cara berpikir yang tersruktur dan berbicara menyampaikan pikirannya secara sistematis. Saat ini kegalauannya adalah memastikan untuk bisa masuk kuliah di setiap hari Jumat dan belum memiliki tema yang benar-benar pas untuk dijadikan tema disertasi.

Sejawat berikutnya adalah Khairin Simanjuntak, abang kelas di S-1 FISIPUSU. Beliau adalah pejabat eselon III di Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagai sekretaris. Berkarakter tenang, lebih banyak mendengar daripada berbicara, dan selalu hadir sebelum perkuliahan dimulai. Tetapi aktif memberikan saran konstruktif untuk kebersamaan. Salah satu usulannya yang belum terwujud adalah foto bersama satu angkatan.

Selanjutnya adalah Suhaimi, adik kelas Khairin Simanjuntak di APDN/STPDN dengan jarak angkatan yang cukup jauh. Beliau adalah Camat di Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat. Beliau baru saja menyelesaikan S-2 di Program Magister Studi Pembangunan dan kemudian melanjutkan ke Program Doktor Studi Pembangunan.
Teman selanjutnya adalah Lee yang berasal Korea Selatan. Beliau mendapat beasiswa dari Pemerintah Korea Selatan dalam program pertukaran pelajar dan ditempatkan di Universitas Sumatera Utara. “Maaf bahasa Indonesia saya belum lancar”, ucapnya terus terang. Sebenarnya bahasa Indonesianya sudah cukup baik, terutama dalam mendengar dan berbicara. Untuk pendalaman Bahasa Indonesia untuk persiapan kuliah, dia sudah 2 tahun tinggal di Jakarta. Kesulitannya yang masih dialami saat ini adalah menulis dalam Bahasa Indonesia, dan terkendala jika dosen menuliskan kalimat di white board dalam bentuk singkatan. “Kalau di Korea, toleransi terlambat hanya 15 menit, baik untuk dosen dan mahasiswa. Jika waktu itu lewat, perkuliahan bubar dan mahasiswa dianggap hadir”, ucapnya di suatu waktu saat menunggu kelas di mulai. “Sebenarnya di sini juga, tetapi kebijakannya tergantung ke masing-masing dosennya”, balasku.

Demikianlah profil ringkas dosen dan teman-temanku. Tentu mereka punya motivasi pribadi dan mimpi yang hebat-hebat untuk kerja kerasnya mencapai puncak selain peningkatan ilmu pengetahuan dan gelar akademik tertinggi. Dan aku sendiri, memberikan narasi atas tujuan sekolah lagi ini yakni “Mengurangi Kebodohan dengan Cara yang Mewah”. Itulah jawaban yang ku temukan, atas gejolak batin yang penuh keraguan dari pertanyaan tentang apa yang ingin ku raih dengan biaya dan energi yang tidak kecil. Sebagai praktisi, gelar doktor tidaklah menjanjikan harapan besar untuk meraih jabatan tertentu. Sebab jika dasarnya adalah kebutuhan, yang paling mendesak saat ini adalah meningkatkan kemampuan bahasa Inggris yang masih sangat pas-pasan. Pekerjaan ku saat ini sebagai konsultan komunikasi dan sosial di perusahaan asing dengan beberapa mitra orang asing yang tidak lancar berbahasa Indonesia, bahasa adalah kendala yang sempurna.

Sehingga faktor pendorong terbesar untuk kuliah ini adalah lingkungan sosial. LATERAL, sebagai wadah berkumpul bergabung dengan rekan-rekan berpendidikan doktor dan ada yang profesor. Merekalah terutama Prof Hamdani yang terus mendorong agar aku kuliah lagi. Di suatu kesempatan aku sampaikan keraguannku, dan beliau menjawab “Tak apa ragu tetapi tetap saja mendaftar!”. Aku juga menceritakan ke orang tua (Mamak) yang begitu antusias dan bercerita tentang almarhum ayah ku yang begitu semangat kuliah walaupun tidak menamatkannya karena menurutnya dia tidak membutuhkan gelar tersebut. Aku juga shalat istigharah meminta petunjuk kepada Allah Swt, apakah aku sebaiknya kuliah lagi atau tidak. Begitulah akhirnya, di injury time pendaftaran via online aku mendaftar yang prosesnya dikerjakan penuh oleh kawan-kawan di LATERAL yakni Arief dan Syofwan. Setelah itu, aku tekadkan bahwa jika aku lulus itu berarti itulah jawaban Tuhan atas shalatku, dan prosesnya lebih lanjut aku landaskan pada keimanan. “Tuhan bersama orang-orang fakir yang menuntut ilmu”. #

About saruhumrambe

Berlatar belakang pendidikan Antropologi. Aktif diorganisasi sebagai sekretaris Asosisasi Antropologi Indonesia (AAI) Sumut. Bekerja secara mandiri sebagai konsultan komunikasi dan sosial.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: