//
you're reading...
GetaRasa

BERKELANJUTAN

Bagi yang berpikir lebih panjang dari pemenuhan kebutuhan sesaat, maka hal yang sifatnya berkelanjutan penting untuk didiskusikan. Sebab dari situlah dasar pikir munculnya konsep yang paling umum digunakan saat ini dan menjadi tujuan pembangunan global yakni pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Selanjutnya konsep itu digunakan dalam bisnis secara global yakni bisnis berkelanjutan yang didasarkan atas 3 (tiga) prinsip utama yang dikenal dengan 3 P (Profit, People, Planet). Prinsip ini didasari atas pemahaman bahwa suatu bisnis tidak saja bertahan dalam waktu yang panjang tetapi dapat maju dan berkembang jika bisnis dijalankan dengan melakukan keseimbangan antara mengejar keuntungan sebesar-besarnya dengan pengembangan komunitas dan perlindungan konsumen serta turut menjaga lingkungan dari kerusakan. Atau dalam bahasa lain, bisnis dijalankan atas kesadaran bahwa keuntungan perusahaan bisa diperoleh secara kontiniu sejalan dengan meningkatnya kualitas hidup masyarakat di sekitar perusahaan dan keamanan pangan bagi konsumen, serta kualitas lingkungan tetap terpelihara.

PROFIT

Nyawa bisnis adalah profit (keuntungan). Sehingga jika perusahaan tidak kunjung memperoleh keuntungan berarti perusahaan itu sakit dan jika tidak bisa disembuhkan itu artinya mati (bangkrut). Ada pula yang menganalogikan keuntungan sebagai darahnya perusahaan, yang jika perusahaan kehabisan darah maka kematian menjadi sesuatu yang pasti.

Sehingga demikian pentingnya keuntungan bagi bisnis sehingga secara hakekatnya tanpa keuntungan tidak ada bisnis sehingga keuntungan merupakan tujuan asasi dari bisnis itu diciptakan. Seperti manusia yang berusaha mempertahankan hidupnya dengan segala upaya demikian pula halnya perusahaan. Jika laba tidak bisa diperoleh lagi dari peningkatan produksi dan produktivitas maka tidak ada jalan lain untuk menyeimbangkan cash flow dengan pengetatan pengeluaran melalui efesiensi dan rasionalisasi.

PEOPLE

People dalam pengertian luas berarti masyarakat yang berada di sekitar perusahaan, karyawan, kelembagaan terkait dan konsumen yang dirangkum ke dalam istilah pemangku kepentingan (stakeholders).

Di era modern dengan meningkatnya penghargaan terhadap hak azasi manusia, perlindungan komunitas dan konsumen serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku di suatu daerah dan negara maka keberlanjutan bisnis juga sangat ditentukan oleh dukungan stakeholders. Dukungan tersebut ditentukan diantaranya seberapa besar keberadaan bisnis tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan pemangku kepentingan lainnya.

Dilihat dari sisi dukungan untuk menjamin keberlanjutan bisnis maka yang terpenting adalah masyarakat yang berada di sekitar perusahaan. Hal ini berkenaan dengan penerima dampak secara langsung atas keberadaan perusahaan dalam pengertian positif dan negatif.

Bagi masyarakat yang merasa dampak positif keberadaan perusahaan lebih besar daripada dampak negatifnya misalnya dari sisi peningkatan kesejahteraan melalui program pengembangan masyarakat dan lapangan kerja, masyarakat bisa menjadi benteng yang sangat kokoh terhadap berbagai gangguan terhadap keberadaan perusahaan. Sehingga ada adagium yang menyebutkan bahwa: “Benteng mangkuk lebih kokoh daripada benteng tembok”. Artinya benteng dari masyarakat yang memperoleh manfaat kesejahteraan dari kehadiran perusahaan lebih kokoh dibandingkan dengan benteng tembok sekalipun.

Bagi perusahaan di Indonesia terutama yang bergerak atau memanfaatkan sumberdaya alam, gangguan secara politik maupun keamanan yang digerakkan oleh elite yang memiliki kepentingan ekonomi merupakan keniscayaan. Sehingga situasi tersebut harus dipahami dengan baik sehingga bisa dikelola agar tidak mengganggu operasional perusahaan. Dan cara yang paling efektif adalah mengandalkan masyarakat yang berada di sekitar perusahaan.

Demikian pula sebaliknya, jika dukungan masyarakat sekitar melemah terhadap keberadaan perusahaann apalagi pada situasi konfliktual maka eksistensi perusahaan akan sangat rentan karena banyaknya gangguan. Tidak saja berasal dari masyarakat tersebut tetapi juga akan memancing masuknya pengganggu dari kelembagaan dan elite yang berasal tingkat lokal, nasional hingga global sesuai dengan resonansi isunya.

PLANET

Planet Bumi tempat satu-satunya sejauh ini dalam tata surya yang menyediakan tempat berlangsungnya kehidupan manusia dan ekosistemnya. Sehingga jika bumi mengalami kerusakan oleh eksploitasi manusia, maka kehidupan manusia juga akan musnah.

Bisnis sebagai salah satu entitas yang dituntut peran dan tanggung jawabnya untuk menjaga keseimbangan ekosistem tetap terpelihara. Terlepas dari tuntutan tersebut, kelangsungan bisnis juga akan terganggu jika lingkungan dimana operasionalnya berada mengalami kerusakan.

Terlebih bagi perusahaan yang bergerak atau memanfaatkan sumberdaya alam maka ancaman kerusakan lingkungan atas operasional perusahaan tersebut akan semakin besar. Sehingga memastikan bisnis dilaksanakan secara bertanggung jawab menjadi hal yang sangat penting.

Dari hal yang disampaikan di atas bahwa melaksanakan bisnis sesuai dengan prinsip 3P merupakan keharusan untuk diimplementasikan secara benar dan bertanggung jawab sebagai syarat terwujudnya bisnis berkelanjutan.#

About saruhumrambe

Berlatar belakang pendidikan Antropologi. Aktif diorganisasi sebagai sekretaris Asosisasi Antropologi Indonesia (AAI) Sumut. Bekerja secara mandiri sebagai konsultan komunikasi dan sosial.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: