//
you're reading...
GetaRasa

REPUTASI

Reputasi biasa diartikan sebagai nama baik. Misalnya ketika disebut nama seseorang atau organisasi, jika komentar positif yang diperoleh, itu berarti orang atau organisasi tersebut memiliki reputasi yang baik. Bila hal itu berlaku pada banyak orang maka nama baiknya meresap di dalam kesadaran kolektif dan berada di ruang publik.

Secara naluriah setiap manusia ingin dipandang baik di depan pasangan, keluarga hingga publik termasuk penjahat sekalipun. Diantaranya berusaha melakukan kampanye dengan tipuan yang penuh dengan kepalsuan. Misalnya seseorang atau organisasi ingin dipandang dermawan. Untuk tujuan itu ia membagi bingkisan sembako ke beberapa orang miskin dengan liputan banyak media dan secara massif menyebarluaskannya di media sosial. Biaya publikasi yang dikeluarkan berlipat-lipat jumlahnya dibanding bantuannya sendiri. Jika ia sebenarnya bukanlah seorang dermawan tetapi hanya ingin dipandang dermawan maka hal itu disebut pencitraan bukan reputasi.

Dari perspektif komunikasi, reputasi dibangun dengan dua cara yakni kinerja dan komunikasi. Kinerja diwujudkan melalui serangkaian hal baik yang dilakukan dalam bentuk sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat. Sementara komunikasi adalah penginformasian ke publik atas hal-hal baik yang dilakukan dengan tujuan menyebarkan kebaikan yang bisa menginspirasi publik.

Dalam tataran personal, kesalehan sosial yang dilakukan semata ibadah atas ketakwaan terhadap pencipta sehingga berusaha menyembunyikan kebaikan yang dilakukan. Itu bisa dimaklumi. Namun, di dalam konteks organisasi misalnya perusahaan menyampaikan ke publik atas hal baik yang dilakukan menjadi suatu keharusan. Sebab atas itulah reputasi dapat diraih.

Seberapa penting reputasi terhadap eksistensi perusahaan? Bisa digambarkan sebagai berikut:

Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang sumberdaya alam dengan pasar ekspor berbisnis di lokasi yang sama dengan daerah tujuan wisata nasional. Perusahaan tersebut mendapat banyak serangan dari sisi lingkungan dan sosial di media massa, media sosial, pengaduan secara politik dan proses hukum.

Di sisi lain, secara kinerja pengelolaan lingkungan dan sosial secara umum sudah relatif baik walaupun ada banyak hal yang harus ditingkatkan kinerjanya. Atas pemberitaan dan pengaduan tersebut, sudah banyak waktu, energi dan dana yang dikeluarkan perusahaan untuk menghadapinya. Seiring dengan itu, ada penurunan reputasi perusahaan di publik dan konsumen.

Atas itu dukungan publik dan politik melemah yang ditandai semakin banyaknya gangguan, sementara itu konsumen juga menjadi ragu yang berdampak pada penjualan. Biaya sosial dan produksi semakin besar sementara keuntungan berkurang. Eksistensi perusahaan pun akhirnya terancam karena kesulitan keuangan dan prospek bisnis yang semakin suram. Semuanya bermula dari kelemahan dari sisi komunikasi.#

About saruhumrambe

Berlatar belakang pendidikan Antropologi. Aktif diorganisasi sebagai sekretaris Asosisasi Antropologi Indonesia (AAI) Sumut. Bekerja secara mandiri sebagai konsultan komunikasi dan sosial.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: