//
you're reading...
SOSOK

Abu Jali : Kesetiaan Seorang Pekerja Keras

Karyawan berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain, itu hal yang lazim. Bagi  Abu Jali (53) yang terjadi justru sebaliknya. Ia tetap berada di lokasi yang sama dan jenis pekerjaan yang sama, tetapi perusahaanlah yang “pindah”. Tepatnya berganti.  Awal bekerja sebagai karyawan, di  PT. Lubuk Naga yang membuka usaha perikanan budidaya udang terintegrasi di awal tahun 1990-an di tempat kelahirannya, Desa Nagakisar, Kecamatan Pantai Cermin. Setelah perusahaan berhenti beroperasi karena serangan virus pada udang,  dan kemudian usahanya dilanjutkan oleh PT. Global, Abu Jali turut bekerja di PT. Global. Ketika PT. Global juga tidak bertahan lama, kemudian digantikan oleh PT. Aquafarm Nusantara, Abu Jali melanjutkan pekerjaan di Aquafarm.

Ia meniti karir di Aquafarm sebagai karyawan di unit pembenihan (hatchery). Diterima bekerja sama sekali tidak mengandalkan ijazah pendidikan formal.  Pendidikannya hanya setingkat Sekolah Dasar (SD). Tetapi lebih pada semangat kerja ,  ketekunan dan kemauan untuk terus belajar. Pengalaman pekerjaan yang panjang laksana guru yang menempanya menjadi   ahli di bidangnya. Atas keahliannya tersebutlah, di Agustus 2014 lalu turut membantu pekerjaan pembangunan kolam limbah  di  pabrik baru Unit Pengolahan Semarang . Ia ditugaskan khusus untuk memastikan  pemasangan liner  di kolam limbah tersebut  sesuai standar kualitas yang dipersyaratkan.  Sebulan ia berada di Semarang dan kini jejak karyanya tampak jelas di IPAL Pabrik Semarang.

“Di awal bekerja di Aquafarm, sebenarnya sempat diperbantukan di bengkel”,kisahnya. Tetapi menurutnya di bengkel ia tidak lama, dan kemudian ditempatkan di bidang sipil bangunan yang bertugas membangun dan merawat kolam beserta sarana dan prasarana di dalamnya.  Passion-nya di bidang ini dan mencintai pekerjaannya.  Di divisi inilah belasan tahun berkarir dari karyawan pelaksana hingga menjadi kepala bagian divisi umum  unit pembenihan di tahun……. Sebagai kepala bagian ia membawahi 22 orang karyawan. Ia sempat membawahi  60-an orang karyawan  ketika Aquafarm masih menerima karyawan outsourching. “Anggota saya saat ini keseluruhannya karyawan tetap”, ucapnya sambil meambahkan jika dibutuhkan tenaga tambahan saat ini diborongkan ke perusahaan lain namun tetap berada dibawah pengawasannya.

Tahun lalu 2014, sesuai dengan administrasi kependukan sebenarnya beliau sudah masuk masa pensiun.  Tetapi karena keinginannya masih sangat ingin bekerja, fisiknya masih prima ia kembali di karyakan dan bekerja seperti biasa. “Saya sangat berterima kasih ke pimpinan. Tanpa pendidikan formal yang memadai saya diberikan kepercayaan hingga menjadi Kepala Bagian. Dan atas kesalahan admisnitasi kependudukan tersebut, saya sekali lagi diberikan kesempatan untuk tetap bekerja”, jelasnya.

“Umur saya sebenarnya tidak setua seperti yang tercantum di KTP”, tegasnya.  Menurutnya ada kesalahan sejak awal pengurusan KTP, sehingga umurnya tiga tahun lebih tua dari yang seharusnya. Sejak awal, ia sudah menyampaikan ke HRD dan pimpinan unit atas permasalahan tersebut. Ketika menjelang masa pensiun, ia menyampaikannya kembali keinginannya untuk tetap bisa bekerja. Atas dasar itulah, Pak Wagiman selaku  pimpinannya memberikan kesempatan untuk tetap bekerja.

Abu Jali di rekan sejawatnya dikenal pekerja keras dan berwatak keras cenderung tempramental. Namun tidak pernah kehilangan rasa humornya. Di antara staf manajemen, kerap menjadikan namanya sebagai bahan candaan.  “Terganggu awak makan, ada “abu”.  Abu di bahasa lokal juga berarti debu. Mendengar candaan tersebut, iapun turut tertawa.

Menurutnya ada rasa bangga mengenang keberadaannya di perusahaan.  Kehidupan ekonominya terpenuhi atas kesempatannya bekerja sebagai karyawan. Banyak juga kerabat dan tetangganya yang bekerja di perusahaan. Warga lainnya yang tidak bekerja sebagai karyawan meningkat kesejahteraannya dengan membuka usaha di sekitar perusahaan seperti kos-kosan, warung dan usaha lainnya. “Coba Bapak bayangkan, di sini ada 4.000-an karyawan dan sebagain besarnya memiliki kenderaan. Jual bensin dan tambal ban saja sudah berapa itu penghasilannya”, tegasnya.

Terlepas dari kesalahan administratif kependudukan, secara sosial Abu Jali sebenarnya tidak lagi muda. Ia memiliki 6 orang anak dan  dua cucu dari dua orang anaknya yang telah menikah.  Dua anak lainnya saat ini masih bersekolah, dan  yang paling bungsu duduk di kelas 6 Sekolah Dasar (SD).  Dan ketika tiba saatnya nanti pensiun dari Aquafarm, ia tidak akan pernah lupa perjalanan hidupnya di perusahaan. Termauk  kenangan bersama-sama pimpinan unit dan staf di tahun-tahun awal perusahaan, diderasnya hujan mendirikan tiang listrik yang roboh.

About saruhumrambe

Berlatar belakang pendidikan Antropologi. Aktif diorganisasi sebagai sekretaris Asosisasi Antropologi Indonesia (AAI) Sumut. Bekerja secara mandiri sebagai konsultan komunikasi dan sosial.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: