//
you're reading...
Ethnografi

Bacalah Atas Nama Hiperrealitas

Hiperrealitas menciptakan suatu kondisi dimana kepalsuan bersatu dengan keaslian,…….. dusta bersenyawa dengan kebenaran (Jean Baudrilliard)

Di lantai paling atas sebuah mall di Kota Medan, terdapat diskotik dan ruang karaoke. Di sebelahnya, ada foodcourt berdampingan dengan wahana permainan. Di sudut antara foodcourt dan wahana permainan disetting menjadi pentas untuk sebuah event yang diberi nama ; TOP SINGER, ISLAMIC HIJAB FESTIVAL 2015.

WP_20150524_001

Tiba di ruangan saat seorang perempuan muda berpakaian seksi tampil.  Ku tebar pandangan mencari tempat duduk terbaik. Aku pilih di depan di bangku kebetulan kosong. Menikmati lagu dan seluruh tampilannya sambil melemparkan pandangan  ke seluruh sudut ruangan. Aku berpindah posisi dari menonton ke mengamati. Sebelumnya duduk manis di bangku paling depan, kini pindah ke bagian bangku paling belakang. Di sini aku bisa melihat ke panggung dan reaksi penonton. Satu deretan bangku denganku, aku melihat dua lelaki dewasa bergeser fokusnya dari panggung ke perempuan berpakain seksi di samping panggung. Cara duduk yang tidak selaras dengan rok mininya jadi tontonan. Padahal itu bukan paket dari tampilannya ikut kontes bernyayi.

WP_20150524_033Deretan konter makanan berderet di sisi kanan. Di depannya meja dan kursi ditata berkelompok. Di sisi menghadap ke jalan raya berdekatan dengan pentas  berdinding kaca, agar pengunjung bisa melihat pemandangan kota. Di tempat  ini, meja-meja  dipenuhi peserta kontes, perias dan keluarganya. Peserta top singer berpakaian seksi berbaur dengan wanita berhijab yang didesain untuk dipertandingkan. Saat itu  lomba top singer sudah di penghujung, sementara peserta lomba busana muslim sedang bersiap-siap.  Beberapa peserta tampak  berlatih memeragakannya. Berlenggak-lenggok bagi catwalk menggunakan gang di antara deretan meja di cafe tersebut.

Satu yang paling rajin berlatih bernama Sekar. Dibalut busana berwarna putih kombinasi kotak hitam, ia melangkah dengan ringan dan  senyum melatih gerakan yang akan ditampilkan di depan juri nantinya. Di meja lainnya tampak beberapa peserta pria yang diantaranya tampil dengan balutan surban layaknya Pangeran Dipenogoro dan  para wali di masa pengembangan Islam di Jawa. Mereka berbincang dan sesekali berjalan memperagakannya. Beberapa meja dari mereka, seorang ibu sedang berbincang dengan  gadis kecilnya, Fea yang baru saja melatih gerakan jalannya dengan busana dan hijab penuh warna.

WP_20150524_006Lomba nyanyi usai, dilanjutkan dengan busana. Anak-anak dulu baru remaja. Perempuan dulu baru pria. Dewan juri yang sama dengan lomba lagu siap memberikan penilaian. MC mempersilahkan tampil peserta dengan mengenalkan nama. Satu persatu peserta tampil. Lenggak-lenggok bak model terlatih, sepertinya memang sudah terlatih. Berjalan anggun melangkah ringan, berputar indah dengan senyum mengembang. Keluarga dan teman memberikan semangat, dan tak lupa mengabadikannya.

WP_20150524_017Peserta dengan passion model dari penampilannya sepertinya sudah biasa tampil di berbagai event. Dan saya yakin bahwa banyak diantara peserta remaja sudah bekerja di suatu agency modelling. Kecuali mungkin seorang diantaranya, dengan bentuk fisik yang lebih subur dari lainnya. Jalannya tidak begitu dinamis, senyumnya terasa kaku gambaran bahasa tubuh yang nervous. Ia datang dengan teman2nya yang bersemangat mendukungnya. Teman-temannya keseluruhannya berhijab yang mendekatkanku pada dugaan ia juga berhijab dalam kesehariannya.

WP_20150524_034Perhatianku terfokus pada Fea gadis kecil yang didandani berhijab oleh ibunya yang tidak berhijab.Ibunya memberi semangat saat tampil sambil mengabadikannya.  Demikian pula Sekar, gadis anggun bergaun putih sudah tampil mempesona, hasil dari latihan kerasnya. Butuh persiapan yang lama untuk tampil sesaat, lalu mengabaikannya ketika pertunjukan usai untuk kembali ke berpakaian keseharaiannya. Diantaranya telah berganti busana dengan kaos ketat. Di teras depan foodcourt, diantara peserta  berfoto bareng dengan latar nama foodcourt tersebut.#

About saruhumrambe

Berlatar belakang pendidikan Antropologi. Aktif diorganisasi sebagai sekretaris Asosisasi Antropologi Indonesia (AAI) Sumut. Bekerja secara mandiri sebagai konsultan komunikasi dan sosial.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: