//
you're reading...
SOSOK

Suparlan : Bekerja Dengan Penuh Dedikasi

SUPARLAN adalah satu dari dua karyawan yang bergabung sejak awal berdirinya PT Aquafarm Nusantara (Aquafarm). Ia selama ini dikenal sangat loyal terhadap perusahaan. Memulai karir sejak tahun 1988, ketika dua sahabat Rudi Lamprecht dan Freek Huskens membutuhkan tenaga kerja dalam memulai usaha budidaya perikanan air tawar yang sedang mereka rintis.

Kebetulan lokasi usaha tersebut tidak jauh dari rumahnya di Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Klaten, yang terletak di Desa Janti, Kecamatan Polanharjo. Berbekal keahliannya dalam bidang bangunan, ia memulai pekerjaan dengan memperbaiki bangunan kolam pembenihan. Karena jumlah karyawan yang sangat terbatas, maka keduanya ikut terlibat dalam hampir semua jenis pekerjaan bersama dengan pemilik dan pimpinan perusahaan, mulai membersihkan kolam, hingga tugas-tugas operasional dalam pembenihan dan pembesaran. Ketika ikan sudah panen, ia juga terlibat dalam pemasarannya di pasar lokal.

Saat itu ia belum menikah, dan sebelumnya sebagai pekerja bangunan di satu universitas di Solo. Ketika itu, ia belum mengetahui tentang istilah Perusahaan Milik Asing (PMA), karena yang di depan matanya adalah usaha budidaya ikan berskala kecil yang kebetulan dikelola oleh orang asing. Didasari atas keyakinan bahwa usaha yang dikelola oleh orang asing akan maju dan sukses, maka ia pun bergabung.

Sebagai Karyawan yang ikut merintis sejak awal, Suparlan tahu persis bagaimana Aquafarm dibangun hingga menjadi seperti sekarang. Pimpinan dan karyawan sama-sama masuk ke kolam yang berlumpur dan bekerja hingga larut malam. “Awal bekerja untuk menyiapkan pembenihan. Pakaian kotor penuh lumpur bercampur peluh. Pulang kerja terkadang hingga larut malam. Tidak ada yang mengeluh karena dikerjakan dengan hati dan penuh semangat”, kenangnya.

Ikan yang dibudidayakan di awal adalah ikan lele, berganti dengan ikan patin dan akhirnya ikan nila. Setelah benih ikan mencapai ukuran tertentu, selanjutnya di tempatkan di kolam pembesaran. Setelah panen, karyawan pula yang menjualnya ke pasar lokal secara eceran. Ketika itu, Suparlan harus ke Solo untuk membeli es batu sekaligus membawa mesin penggiling es dengan mobil truk. Es ini digunakan untuk mendinginkan ikan yang sudah mulai laku dipasarkan secara lokal. Ada rasa kebersamaan yang tinggi ketika dirinya bersama pimpinan melakukan seluruh aktivitas pekerjaan, mulai dari panen, proses pendinginan ikan hingga menjualnya ke pembeli.

Selama bekerja di Aquafarm, Suparlan merasa bersyukur karena mendapat banyak pengetahuan dan keahlian selain penghasilan untuk menghidupi keluarganya. Ia pun aktif berbagi ilmu dan pengetahuan dengan melatih karyawan baru untuk memotong dan menjahit jaring (net) untuk keramba, maupun teknis pembenihan yang baik dan benar. “Tidak semua orang bisa melakukan pembenihan yang baik” jelasnya. Menurut Suparlan untuk memilih induk dan mengawinkannya membutuhkan perlakuan khusus dengan melibatkan perasaan.

Waktu berjalan begitu cepat, ketika itu ia masih lajang dan saat ini ia memiliki 5 anak dan 2 cucu. Perusahaan juga sudah berkembang menjadi perusahaan perikanan air tawar terbesar di Indonesia dengan lokasi usaha di Jawa Tengah dan Sumatera Utara. Karyawan yang awalnya dua orang, kini mencapai 6000- an orang. Suparlan merasa bangga menjadi bagian dari sejarah Aquafarm. Ia berharap Aquafarm bisa memberikan dampak positif kepada banyak orang dan lingkungan dimanapun perusahaan berada.

About saruhumrambe

Berlatar belakang pendidikan Antropologi. Aktif diorganisasi sebagai sekretaris Asosisasi Antropologi Indonesia (AAI) Sumut. Bekerja secara mandiri sebagai konsultan komunikasi dan sosial.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: