//
you're reading...
SOSOK

Prof. Dr. Hamdani Harahap, M.Si : SANG GURU BESAR YANG PEDULI LINGKUNGAN

HamdaniBagi Prof. Hamdani Harahap  (51), wujud kecintaan terhadap lingkungan dapat dilakukan melalui cara-cara yang sederhana, mudah dan murah, namun nyata manfaatnya. Salah satu karya sederhana yang Ia lakukan antara lain mengajak para mahasiswanya menanam dan merawat pohon di sekitar kampus tempat Ia mengajar. Rindangnya pohon di depan Gedung A Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU merupakan satu dari karya sederhananya. Baginya, pendidikan yang mencerdaskan harus terwujud dalam bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Untuk memberikan pembelajaran tentang lingkungan hidup, mahasiswa tidak saja dicerdaskan dengan teori dan konsep semata. Tetapi juga dengan membangun kepekaan dan kepedulian, antara lain dengan menanam pohon dan merawatnya yang dimulai dari lingkungan terdekatnya”, jelasnya.

Tidak heran, ketika Ia beberapa waktu lalu membawa rombongan mahasiswa Program Studi Magister dan Doktor Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) USU ke PT Aquafarm Nusantara Unit Pembesaran Toba, ia juga membawa bibit pohon dan ditanam di pantai sekitar operasional perusahaan.

Hamdani Harahap yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Ekologi Manusia pada Departemen Antropologi FISIP USU awal Februari 2015 lalu, kerap menjadikan pohon sebagai contoh. “Satu pohon yang kita tanam jika dikonversikan sama dengan satu unit AC (air conditioner)” jelasnya seraya tersenyum. Ia pun melanjutkan, “saat kita berteduh di bawah pohon biasanya terasa adem, seperti berada di dalam ruangan yang ber-AC. Namun AC merupakan penyejuk udara buatan yang berkontribusi dalam pencemaran udara. Sedang pohon merupakan penyejuk alami yang turut menjaga lingkungan dari polusi udara”.

Ia menyayangkan bahwa kepedulian manusia terhadap lingkungan semakin berkurang. Bahkan, saat ini terjadi kerusakan secara masif terutama di kawasan hutan, sungai, danau dan lain sebagainya. Orang selalu beranggapan “Jika kelak lingkungan anak cucu saya gersang, itu bukan urusan saya lagi“

Sikap yang salah tersebut menurutnya menjadikan alam seperti “marah”. Musibah banjir dan tanah longsor kerap terjadi akibat penggundulan hutan yang tanpa ada upaya penanaman kembali. Begitu juga maraknya pembangunan gedung perumahan, perkantoran maupun industri yang tanpa memikirkan ketersediaan lahan yang berfungsi sebagai resapan air. Bahkan, jalur hijau di pinggiran sungai dan garis pantai pun banyak berdiri bangunan dengan berbagai peruntukannya. Sungai kotor, danau apalagi. Banyak masyarakat yang seenaknya membuang sampah ke sungai ataupun ke danau.

Karena itu, Hamdani mengajak semua elemen untuk menjaga lingkungan dengan aksi nyata dan bukan sekedar slogan dan kata-kata. Aktivitas industri harus dibarengi dengan pengelolaan lingkungan yang baik. “Saya ambil satu contoh, perusahaan Aquafarm yang selalu dituding mencemari Danau Toba. Padahal perusahaan asing itu dalam melakukan usaha budidaya perikanannya tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Mereka pasti akan menjaga lingkungan sekitarnya. Karena kalau air danau kotor, pasti ikan yang mereka pelihara tidak bisa hidup dengan baik. Apalagi produk mereka berorientasi ekspor, pasti pembeli mereka di luar negeri secara berkala melakukan audit. Dan tentu pembelinya tidak akan mau membeli produk dari perusahaan yang diindikasikan merusak lingkungan,” tegas penggemar klub bola Chelsea ini.

.”Lantas bagaimana dengan masyarakat di seputar Danau Toba yang membuang sampah seenaknya di pinggir Danau Toba? Limbah rumah tangga juga dibuang di sana,” kata Hamdani.

Karena itu, Hamdani mengajak orang-orang yang memang peduli terhadap lingkungan untuk duduk bersama dan mencarikan solusi terbaik.

About saruhumrambe

Berlatar belakang pendidikan Antropologi. Aktif diorganisasi sebagai sekretaris Asosisasi Antropologi Indonesia (AAI) Sumut. Bekerja secara mandiri sebagai konsultan komunikasi dan sosial.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: