//
you're reading...
Uncategorized

Perusahaan Maju, Karyawan Sejahtera, Hubungan Industrial yang Harmonis

IMG_1046“Perusahaan Maju, Karyawan Sejahtera” merupakan prinsip  PT Aquafarm Nusantara dalam membangun hubungan industrial yang harmonis antara pengusaha, karyawan dan pemerintah. Dan untuk meraih hal tersebut diperlukan peran serta dan komitmen dari ketiga pihak secara bersama-sama dan terus menerus.

Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Ketenagakerjaan (UUK) No. 13 Tahun 2003 pasal 1 angka 16 yang mendefenisikan hubungan industrial sebagai suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan/atau jasa yang terdiri  dari unsur pengusaha, pekerja/buruh dan pemerintah yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Hubungan industrial yang harmonis berperan penting terhadap kelangsungan proses produksi di perusahaan. Untuk mewujudkannya, adalah dengan membangun hubungan yang seimbang antara pengusaha dan pekerja dengan dilandasi peraturan yang berlaku. Sebab tidak dapat dipungkiri bahwa hubungan antara pekerja dan pengusaha adalah hubungan yang saling membutuhkan, saling mengisi dan saling memberi manfaat satu dengan yang lainnya. Pekerja dan pengusaha mempunyai tujuan yang sama yaitu ingin memajukan perusahaan sekaligus juga meningkatkan taraf hidup karyawan.

Untuk menjamin kepentingannya, pekerja/buruh memiliki  kebebasan untuk berserikat yang dilindungi oleh undang-undang. Bagi pekerja/buruh yang tergabung di dalam serikat, fungsinya dalam hubungan industrial dapat diwakili oleh serikat pekerja/buruh.

Adapun fungsi masing-masing pihak dalam hubungan industrial adalah sebagai berikut:

Fungsi Pemerintah: menetapkan kebijakan, memberikan pelayanan, melaksanakan pengawasan, dan melakukan penindakan terhadap pelanggaran peraturan undang‐undang ketenagakerjaan yang berlaku.

Fungsi Pekerja/Serikat Pekerja: menjalankan pekerjaan sesuai kewajibannya, menjaga ketertiban demi kelangsungan produksi, menyalurkan aspirasi secara demokratis, mengembangkan keterampilan, keahlian dan ikut memajukan perusahaan serta memperjuangkan kesejahteraan anggota dan keluarganya.

Fungsi Pengusaha: menciptakan kemitraan, mengembangkan usaha, memperluas lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan pekerja secara terbuka, demokratis serta berkeadilan.

Dengan pemahaman yang baik terhadap fungsi di atas, diharapkan hak dan kewajiban masing-masing pihak akan dapat terjamin dan terlaksana dengan baik. Dan seandainya dalam proses hubungan industrial timbul riak-riak dinamika berupa perbedaan pemahaman ataupun pandangan atas suatu poin permasalahan, diharapkan akan dapat diselesaikan dengan jernih dan suasana yang baik dalam koridor peraturan yang ada.

About saruhumrambe

Berlatar belakang pendidikan Antropologi. Aktif diorganisasi sebagai sekretaris Asosisasi Antropologi Indonesia (AAI) Sumut. Bekerja secara mandiri sebagai konsultan komunikasi dan sosial.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: