//
you're reading...
Uncategorized

Penerapan Program CSR yg Tepat Sasaran. Belajar dari Masyarakat

WP_20140607_002Siang itu, di Dusun III Desa Sei Nagalawan sekumpulan ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Muara Tanjung terlihat sibuk dengan adonan bahan makanan. Mereka berbagai tugas. Ada yang memilah dan mengolah  bahan baku, menggiling bumbu dan ada yang sibuk di penggorengan dan ada pula yang di pengemasan. Hasil produksinya berbagai jenis makanan yang terbuat dari mangrove. Daun muda dari pohon jeruju, sejenis mangrove diolah menjadi kerupuk. Tepung yang diolah dari mangrove jenis api-api menjadi bahan baku untuk berbagai jenis kue kering dan dodol. Kelompok juga mengolah kerupuk dari ikan hasil tangkapan nelayan, dari Kelompok Nelayan  Cahaya Pagi yang merupakan keluarga dari ibu-ibu tersebut. Jadi, ibu-ibunya bergabung di Kelompok Muara Tanjung, sementara para suami yang nelayan bergabung di Kelompok Nelayan Cahaya Pagi. Kedua kelompok ini, bergabung dalam kelompok yang lebih besar yakni Muara Baimbai yang mengelola wisata mangrove. Usaha kelompok ini keseluruhannya menggunakan  sistem kewirausahaan sosial, dimana kepemilikan dan pengelolaannya dilakukan secara bersama. Hasil usahanya juga dinikmati bersama sesuai dengan kontribusinya masing-masing.

WP_20140607_001Usaha  kerajinan makanan bukanlah satu-satunya usaha ibu-ibu Kelompok Muara Tanjung.   Usaha simpan-pinjam yang milik kelompok telah mengelola uang sebesar Rp. 200 juta yang digunakan untuk kegiatan produktif anggota. Di samping itu, dagang makanan dan minuman di area wisata mangrove di Pantai Nipah juga merupakan usaha kelompok. Dengan berbagai jenis usahanya, biaya lebaran bukanlah menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi keluarga di desa ini. Dari sisa hasil usaha (SHU) yang dibagikan ke  anggota kelompok di saat menjelang lebaran, setidaknya masing-masing anggota mendapat Rp. 2 juta.

Masyarakat nelayan yang beberapa  tahun sebelumya, digambarkan sebagai nelayan miskin, kondisinya berangsur berubah menjadi sejahtera. Jumiati, perempuan pelopor sekaligus Ketua Kelompok Muara Tanjung di awal Maret 2013 memperoleh penghargaan dari organisasi nirlaba Inggris, Oxfam sebagai pahlawan pangan perempuan  (Food Heroes Oxfam) Indonesia 2013 atas jasanya bersama kelompoknya memproduksi bahan makanan dari mangrove.   Dan awal Desember 2013, Jumiati juga terpilih menjadi  salah satu tokoh perempuan inspiratif penerima award Tupperware She Can, atas upayanya dalam penguatan ekonomi dan pemberdayaan perempuan di desanya.

Pengalaman Jumiati dan kelompoknya, bisa dijadikan tempat belajar  cara membangun komunitas melalui program pertanggungjawaban sosial perusahaan (CSR). Kelompok ini, yang lokasinya berdampingan dengan lokasi perusahaan (Aquafarm area Sergai), merupakan  potensi besar untuk dijalin bekerjasama  dalam upaya pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat.

About saruhumrambe

Berlatar belakang pendidikan Antropologi. Aktif diorganisasi sebagai sekretaris Asosisasi Antropologi Indonesia (AAI) Sumut. Bekerja secara mandiri sebagai konsultan komunikasi dan sosial.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: