//
you're reading...
SOSOK

Kades Wunut, Iwan Sulistya Setiawan

DSCF0015Iwan Sulistya Setiawan,   Kepala Desa Wunut, salah satu desa pertanian di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Ia sudah memimpin desa ini sekitar 6 tahun, dengan berbagai suka dukanya. Di tahun terakhir, kepemimpinannya di periode pertama, warganya yang sebahagian besar hidup dari pertanian mengalami musibah. Telah tiga musim tanam, gagal panen  akibat serangan hama tikus. Telah berbagai upaya dilakukan seperti memburunya tetapi tidak mampu mengurangi serangan hama tikus tersebut, sehingga banyak lahan produktif yang dibiarkan tanpa pengolahan.

Hingga akhirnya, bulan Maret 2013 lalu memecahkan permasalahan hama tikus dengan berusaha memperbaiki ekosistem yang sebelumnya sudah terganggu. Caranya dengan menangkarkan secara alami Burung Tyto Alba, yang dalam bahasa setempat disebut Burung Serak Jawa,  sejenis burung hantu yang menjadi  predator tikus. Tidak sampai di situ, beliau juga menginisiasi lahirnya  Peraturan Desa (Perdes) yang melarang perburuan terhadap burung tersebut dan menetapkan sanksinya bagi siapapun yang melakuan pelanggaran.  Informasi adanya Perdes telah disosialisasikan ke masyarakat dalam pertemuan, memasang papan pengumuman di beberapa titik di desa dan juga mengirimkannya ke pihak kepolisian setempat.  Sanksinya bagi yang mengetahui melakukan perburuan terhadap burung tersebut akan didenda per ekornya Rp. 1.500.000,-. Hal ini sesuai dengan informasi yang diperolehnya harga di pasar burung tersebut di perdagangkan sepasang nya Rp. 2.000.000,-.

Perdes No. 6 tahun 2013 tentang Penanggulangan Hama Tikus  dengan Pre dator Burung Tyto Alba, yang disyahkan pada bulan Maret 2013, berhasil menghentikan perburuan terhadap burung tersebut. Jumlah burung yang sudah sangat jauh berkurang, dengan adanya peraturan tersebut dapat dicegah dari kepunahan. Secara pelan tetapi pasti akan dilakukan pembudidayaan secara alami dengan menyiapkan rumah burung di beberapa lokasi persawahan. Saat ini sudah ada delapan titik rumah burung hantu yang disebut rubura. Kepala desa ini yang oleh masyarakat dipanggil Pak Lurah ini menargetkan dua bulan ke depan menjadi 20 titik.

Terkait penangkaran burung ini secara alami, ia belajar khusus di Desa Tlego Waru, Demak, Jawa Tengah. Menurutnya di desa ini, penangkaran burung ini sudah dilakukan cukup lama, sehingga hama tikus bukanlah menjadi masalah di desa tersebut. “Di Desa Tlego Waru tiga tahun terakhir hama tikus tidak menjadi permasalahan lagi” ucapnya. Pengetahuan yang diperoleh di desa tersebut, ia terapkan di desanya. Ia mengajak kelompok tani, yakni Sumber Makmur dan Sumber Rezeki untuk secara swadaya membuat penangkaran burung tersebut. Bersamaan dengan itu, upaya untuk merubah cara pandang masyarakatpun giat ia lakukan. Menurutny ada mitos di masyarakat bahwa kehadiran burung hantu sebagai pertanda tidak baik, seperti kematian. “Mitos ini yang sekuat tenaga untuk dihapus” tambahnya.

Dengan pengabdiannya yang penuh kepada desa dan penampilannya yang sederhana, Pak Lurah ini cukup populer dan dicintai rakyatnya. Dengan pendekatannya yang  baik kepada berbagai pihak, ia tidak kesulitan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan, termasuk dunia usaha yang ada di desanya,  seperti  PT Aquafarm Nusantara.

IMG_5995Dengan kepemimpinannya, beliau bisa menjadi fasilitator  yang baik terhadap berbagai kepentingan yang ada di desanya demi kemajuan masyarakatnya.  Kehadiran PT AN menurutnya memberikan dampak positif terhadap kemajuan Desa Wunut. Pasalnya banyak jumlah tenaga kerja dari desanya bisa diserap dan tidak harus merantau ke daerah lain yang pendapatannya kadang lebih rendah dari yang diperoleh. Perusahaan juga memberikan dukungan setiap kegiatan kemasyarakatan yang ada di desanya termasuk bantuan keuangan desa. Sementara dari sisi kewilayahan, desa yang dipimpinnya memang berada di Kawasan Mina Politan, atau kawasan yang ditetapkan untuk perikanan.  Di sisi lain, kepentingan warganya yang terkait dengan perusahaan, beliau menjembatani untuk mengkomunikasikannya. “Apa yang dimau warga, kita sampaikan ke perusahaan” ucapnya.

Tahun ini akhir masa jabatannya, setelah enam tahun menjabat Kepala Desa Wunut. Menurutnya Oktober  2013 masa jabatannya akan berakhir, dan akan dilakukan kembali pemilihan kepala desa.  Populeritasnya dengan berbagai prestasi dan pengabdiannya yang besar terhadap desa, banyak suara yang  mengharapkannya untuk memimpin desanya kembali.

About saruhumrambe

Berlatar belakang pendidikan Antropologi. Aktif diorganisasi sebagai sekretaris Asosisasi Antropologi Indonesia (AAI) Sumut. Bekerja secara mandiri sebagai konsultan komunikasi dan sosial.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: