//
you're reading...
SOSOK

Holmes Si Penyelam

Larry Holmes P. Hutapea , lahir di Tigaraja 19 Juni 1980. Sejak kecil sudah akrab dengan lingkungan Perairan Danau Toba, yang merupakan tempatnya mandi bersama teman, berenang dan menyelam. Keahliannya menyelam disebutnya diperoleh  dari orang tuanya. Orang tuanya, Kasiaman Hutapea (67) di masa mudanya dikenal sebagai penyelam pertama di Danau Toba. Holmes menuturkan bahwa sejak umur s tahun sudah didik orang tuanya menyelam. Di umurnya seperti itu, sudah sering melihat orang tuanya menyelamatkan orang yang tenggelam maupun mengangkat korban tenggelam. Itulah alasannya, ketika mulai aktif melakukan penyelaman tidak merasa takut di kedalaman air dan mengangkut mayat. “Umur 5 tahun saya sudah diajak Bapak mengurus mayat, jadi sudah biasa. Tidak ada rasa ngeri atau takut lagi” ucapnya.

Setamat sekolah di SMA Partisibo Parapat, sempat bekerja di sebuah bengkel di Pematang Siantar  dan sebuah perusahaan ekspedisi di Belawan akhirnya kembali ke kampong halaman dan bekerja  di Tim SAR Danau Toba Parapat sejak tahun 2004 – 2008. Tim SAR ini berada di bawah Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara, dan terdaftar di BASARNAS, Jakarta. Namun,untuk  honor bulanan berasal dari Pemkab Simalungun. Beliau mengaku tidak terlalu memperdulikan honor yang diberikan, kesempatan menjadi bahagian dari Tim SAR sudah merupakan kepuasan bagi dirinya.  Kecintaannya dan keahliannya di dunia selamlah, akhirnya bergabung di PT. Aquafarm Nusantara di tahun 2008. Bergabung dengan perusahaan beliau merasa mendapat kesempatan memperdalam ilmu selam. Di samping itu, dukungan manajemen menurutnya besar untuk peralatan kerja dan keselamatan. Di samping itu, secara fisik dan kesehatan juga lebih terjamin dengan diberikannya uang pudding yang cukup.

Saat ini beliau adalah Supervisor Diving dengan 5 orang anggota yang  bertugas mengontrol bagian asset perusahaan seperti net keramba dan kapal.  Ketika awal bekerja di PT. Aquafarm Nusantara, Holmes begitu pemuda ini sering dipanggil,  penyelam hanya beliau sendiri. Barulah di tahun 2010 beliau memiliki anggota setelah dilakukan pelatihan terhadap 26 orang, dan dinyatakan 5 orang lulus, tiga dari karyawan perusahaan dan 2 non perusahaan yang selanjutnya direkrut menjadi anggota tim selam di PT. Aquafarm Nusantara.

Untuk meningkatkan kemampuannya, di tahun 2009 diikutkan perusahaan mengikuti Kursus Pelatihan Selam BASARNAS Medan dan memperoleh sertifikasi One Star CMAS SCUBA Divers, sebagai bentuk pengakuan terhadap kemampuan dan keahliannya menyelam di laut, danau dan sungai serta berpotensi SAR. Setelah kursus itu, beliau mendapat kesempatan menyelam  di  Taman Nasional Bunaken untuk melihat keindahan alam bawah laut.  Namun sebagai wujud tanggung jawabnya ke perusahaan, akhirnya menolak kesempatan itu. Pasalnya, saat itu lagi musim hujan dan ombak besar di Danau Toba sehingga sangat rentan terhadap terjadinya kerusakan jaring yang membutuhkan tim penyelam.

Sejak menjadi anggota Tim SAR maupun setelah bergaung di perusahaan beliau aktif dalam upaya melakukan pertolongan maupun pencarian korban insiden kecelakaan di danau, seperti kapal kapal karam, mobil terjun ke danau maupun warga  masyarakat sekitar yang tenggelam. Perusahaan juga, mendukung  peran aktif  Tim Penyelam dalam memberikan pertolongan terhadap insiden kecelakan di Danau Toba sebagai  bahagian dari CSR perusahaan.

Seingatnya sebagai anggota Tim SAR beliau sudah terlibat dalam 7 penyelaman untuk menemukan kapal karam. Keseluruhannya kapal pengangkut batu di Huta Siregar, Desa Aek Nalas, Kec. Porsea Kab. Tobasa. Satu diantarnya, di tahun 2008 ketika beliau sudah bekerja di PT. Aquafarm dan turut diperbantukan untuk menjadi bahagian dari Tim SAR. Tidak ada korban jiwa, karena awak kapal bisa menyelamatkan diri. Tim SAR diminta untuk menemukan posisi kapal dan membantu mengangkatnya kembali.

Di samping itu, di tahun 2008 Ia juga turut dalam evakuasi mobil kijang dengan tujuh korban dari  keluarga bermarga Sitorus yang terjatuh di tikungan Sualan, Parapat. Keseluruhannya tewas dan tersangkut di tebing  dan mobilnya terjatuh ke Danau. Terakhir adalah di Tahun 2011, beliau ikut sebagai bahagian Tim mengevakuasi mobil pick up L 300 yang mengangkut ikan  milik  warga dari Balige terjatuh ke danau.

Sebenarnya, sebelum bergabung dengan Tim SAR beliau sudah dikenal menjadi penyelam di Parapat dan sekitarnya. Tahun 2002, secara freelance beliau sudah melakukan aktivitas penyelaman. Tahun 2002, seorang wisatawan dari Jakarta tenggelam di pantai Parapat. Beliau yang tidak jauh dari lokasi, langsung melakukan pertolongan dan   berhasil diselamatkan. “Setelah diangkat dari dalam air, diberikan pertolongan pertama dan  langsung dilarikan ke rumah sakit. Perempuan itu akhirnya bisa selamat”, tegasnya.

About saruhumrambe

Berlatar belakang pendidikan Antropologi. Aktif diorganisasi sebagai sekretaris Asosisasi Antropologi Indonesia (AAI) Sumut. Bekerja secara mandiri sebagai konsultan komunikasi dan sosial.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: