//
you're reading...
Ethnografi

Tradisi Jamu Laut di Desa Jaring Halus

sarJamu Laut. Tanggal 20 Mei 2013, masyarakat Desa Jaring Halus, Kec. Secanggang, Langkat kembali akan melakukan upacara Jamu Laut. Jamu Laut sbelumnya adalah tiga tahun yang lalu, dipimpin oleh Pawang Zakaria. Kali ini pun akan dipimpin oleh beliau, walaupun dengan kondisi kesehatan yang kurang baik. Pawang Zakaria dalam dua tahun terakhir sudah tidak bisa lagi berjalan sendiri. Usianya yang sudah senja, fisiknya sudah lemah dan sakit-sakitan. Tidak untuk semangatnya. Ketika bertemu minggu lalu, Ia masih menyatakan akan memimpin upacara tersebut, walaupun ke lokasi upacara harus ditandu atau diangkut dengan gerobak dorong.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAUpacara Jamu Laut  merupakan tradisi masyarakat pesisir,  yang hampir punah. Hanya sebagian kecil desa yang masih melakukannya secara reguler. Di beberapa desa, terkadang masih melakukannya yang disponsori pihak luar namun telah kehilangan sakralitasnya. Di Kabupaten Langkat, hanya di Desa Jaring Halus pelaksanaan masih diakui oleh masyarakat pesisir lainnya masih menjalankan tradisi tersebut dengan tahapan dan tata cara yang sebenarnya, termasuk aturan pantangan dan waktunya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAUpacara Jamu Laut yang dilaksanakan di Desa Jaring Halus merupakan bahagian dari kearifan tradisional, karena sebagai bentuk hubungan yang harmonis manusia dengan alam. Masyarakat mengkonsepsikan bahwa di alam dan sekitar pemukiman serta tempatnya mencari nafkah (muara, laut dan hutan) juga dihuni oleh mahluk lain yang memiliki kekuatan supranatural. Mahluk in dengan kekuatannya dapat memberikan kebaikan berupa hasil tangkapan yang berlimpah, tetapi juga berbagai penyakit yang bisa menyebabkan kematian. Sikap terbaik dalam konsepsi masyarakat adalah membangun hubungan yang harmoni dengan mahluk tersebut melalui cara tidak merusak alam dan memberikan makanan melalui Upacara Jamu Laut.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAPerkembangan jaman  membuat gugatan terhadap Upacara Jamu Laut juga semakin besar. Ada yang mempersoalkan dari sudut paham keagamaan, karena  dinilai bertentangan dengan ajaran Islam.  Gugatan dari sisi keagamaan, tidak membuat tradisi ini kehilangan legitimasinya karena terjadi kompromi dalam tata caranya dan interpretasinya sesuai dengan budaya Melayu dilandasi oleh ajaran Islam. Tata cara upacara diberikan muatan keagamaan dengan bacaan surat dari AL Quran dan doa secara Islam. Begitu juga tujuannya diberikan makna sebagai wujud syukur kepada pencipta, jamuan makan bersama untuk warga dan bahagian tertentu dipersembahkan untuk mahluk gaib yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal manusia.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAAncaman terbesar adalah modernisasi terutama dalam bidang teknologi penangkapan ikan. Kemajuan teknologi penangkan ikan, terutama yang merusak seperti pukat harimau dan sejenisnya telah membuat keyakinan masyarakat terhadap kemanjuran dari upacara jamu laut yang dilakukan. Lebih jauh lagi, menurunkan reputasi Pawang Laut yang dipercaya memiliki kemampuan gaib sebagai pemimpin upacara. Kemampuan ini dikisahkan secara turun temurun, yang dalam lingkup di luar maupun di saat pelaksanaan upacara. Di luar upacara, Pawang Laut dipercaya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan mahluk halus. Sementara di saat upacara dinyakini mampu berkomunikasi dengan mahluk halus dengan berbagai tanda persembahan di terima. Misalnya, cuaca yang tiba-tiba mendung ketika puncak upacara jamu laut dilakukan. Begitu pula dengan kisah orang yang melanggar pantang dengan berbagai akibatnya. Sementara dari hasilnya, ketika masa pantang selesai dan nelayan kembali menangkap ikan, terjadi peningkatan jumlah tangkapan yang signifikan. Berbagai tanda tersebut dijadikan indikator bagi masyarakat bahwa upacara jamu laut yang  dilakukan berhasil.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAAlat tangkap yang digunakan oleh nelayan Desa Jaring Halus didominasi alat tangkap yang bersifat pasif.  Hingga pertengahan tahun 1990-an, nelayan yang menangkap di wilayah perairan Desa Jaring Halus hanya dengan alat tangkap yang bersifat ramah lingkungan. Sementara, nelayan yang menggunakan alat tangkap trawl (pukat harimau) yang berasal dari Kampung Kurnia, Belawan belum memasuki kawasan perairan desa. Pada saat itu dan waktu sebelumnya, tradisi Jamu Laut dengan sakralitasnya dan berbagai aturannya serta pantangannya dipatuhi oleh masyarakat secara maksimal.

OLYMPUS DIGITAL CAMERASaat itu, upacara Jamu Laut dilaksanakan setiap tahunnya dengan masa pantang selama 3 hari. Namun, saat krisis moneter tahun 1997 yang diikuti dengan terjadinya booming harga udang, sesaat mampu peningkatan pendapatan nelayan pada posisi tertinggi yang pernah dicapai. Namun beberapa waktu kemudian anjlok kepada posisi terendah sepanjang sejarah desa, ketika merambahnya puluhan pukat trawl  dari Belawan ke wilayah perairan desa yang melakukan eksploitasi siang dan malam, yang diikuti dengan terjadinya konflik nelayan. Beberapa nelayan ditahan, dan nelayan distigmatisasi sebagai perampok dan selalu sipersalahkan oleh pemerintah dan pihak keamanan sebagai penyebab terjadinya konflik. Laut menjadi sangat tidak aman bagi nelayan dari ancaman serangan dari awak pukat harimau, alat tangkap nelayan desa yang pasif seperti jaring selapis, ditabrak oleh pukat harimau. Belum lagi isu pembakaran terhadap pemukiman, yang membuat kehidupan di desa menjadi sangat tidak nyaman.  Akhir tahun 1990-an hingga awal tahun 2000-an menjadi masa paceklik yang parah dialami oleh masyarakat Desa Jaring Halus. Banyak warga yang pergi merantau, diantaranya menjadi TKI ke Malaysia.

OLYMPUS DIGITAL CAMERADi saat itu pulalah, Jamu Laut yang awalnya dilaksanakan setiap tahun diubah menjadi   setiap tiga tahun. Masa pantang turun ke laut selama 3 hari diubah menjadi sehari. Seiring dengan itu, sakralitas dari upacara juga turut merosot. Ketika masyarakat desa menjalani upacara dan nelayan setempat tidak turun ke laut untuk menangkap ikan untuk menghormati masa pantang, di saat bersamaan puluhan pukat harimau merajalela di perairan desa. Ketika masa pantang selesai, dan nelayan kembali menjalankan aktifitas menangkap ikan, yang diperoleh bukanlah ikan yang berlimpah tetapi sampah laut dibongkar oleh trawl dan merusak jaring.

OLYMPUS DIGITAL CAMERADalam kondisi seperti itu, pelajaran yang diperoleh oleh warga desa adalah upacara jamu laut, pawang laut dan mahluk gaib sama tidak kuasanya dengan mereka berhadapan dengan kuasa trawl, sebagai pemilik modal  yang berkolaborasi dengan pemerintah dan aparat keamanan. Selanjutnya Upacara Jamu Laut tetap dilakukan sebagai kerangka penghormatan terhadap tradisi dan kewibawaan Pawang Zakaria yang masih besar.

Saat ini, Pawang Zakaria telah berada di usia senja. Anaknya, Salim yang digadang-gadang untuk menjadi penggantinya ternyata tidak berumur panjang. Kondisi kesehatan yang buruk dan tubuh yang renta, Pawang Zakaria masih harus memimpin upacara Jamu Laut dalam waktu dekat ini. Ke depan belum tahu siapa penggantinya. Jika umur Pawang Zakaria tidak sampai ke upacara jamu laut setelahnya, saya juga mulai ragu, apakah tradisi tersebut akan bisa dipertahankan.***

Keterangan foto : Kecuali foto pertama yg di atas sekali, sisanya foto dari Saudara Syafrizaldi yang  diambil dengan kamera Olympus E-500 tertanggal 7 Juli 2007.

 

About saruhumrambe

Berlatar belakang pendidikan Antropologi. Aktif diorganisasi sebagai sekretaris Asosisasi Antropologi Indonesia (AAI) Sumut. Bekerja secara mandiri sebagai konsultan komunikasi dan sosial.

Diskusi

4 respons untuk ‘Tradisi Jamu Laut di Desa Jaring Halus

  1. Begitulah ketika laut sudah terbuka, maka laut dan tafsir terhadap laut itu pun tidak lagi dapat dimonopoli oleh masyarakat setempat. Masyarakat lain pemburu rente ikut pula menafsir. Sayangnya tafsir kalangan ini lebih kuasa dalam kontestasi. Masyarakat pun diam-daim meninggalkan pawang Zakaria……. Mantap Hum….catatannya…salut.

    Posted by Fikarwin Zuska | Mei 12, 2013, 7:07 pm
  2. Bagaiana kabar Pawang Zakaria sekarang bro? sudah lama saya tak dengar kabar beliau. Thanks sudah mencantumkan kredit foto.

    Posted by Syafrizaldi | Februari 6, 2018, 9:55 am

Tinggalkan Balasan ke saruhumrambe Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: