//
you're reading...
Politik Lokal

Sesuatu dari Batalnya Pelantikan Gatot Sebagai Gubsu Defenitif

Bupati Toba Samosir Kasmin Simanjuntak menunjukkan undangan pelantikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara di Komplek Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (28/2). Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi batal melantik Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho meski puluhan undangan telah datang ke lokasi pelantikan. (FOTO ANTARA/Dhoni Setiawan)

Bupati Toba Samosir Kasmin Simanjuntak menunjukkan undangan pelantikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara di Komplek Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (28/2). Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi batal melantik Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho meski puluhan undangan telah datang ke lokasi pelantikan. (FOTO ANTARA/Dhoni Setiawan)

Hari itu, malam dipenghujung bulan Februari 2013.  Baru saja koneksi internet dan membuka portal berita online, kaget membaca berita batalnya pelantikan Gatot Pujo Nugroho  (GPN) sebagai gubernur defenitif di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di Jakarta.  Batal di saat ratusan tamu undangan sudah berkumpul dan  GPN telah siap untuk dilantik dengan merubah beberapa agenda penting. Gregetan ketika mengetahui alasannya,  adalah surat dari Ketua DPRSU, Saleh Bangun yang meminta pelantikan ditunda. Padahal, kedatangan para tamu yang pastinya dari kalangan terhormat seperti kepala daerah atau yang mewakili dan pimpinan dan anggota DPRDSU telah berkorban waktu dan dana yang tidak sedikit. Para tamu undangan sangat kesal, terlihat dari ungkapan di media. Diantaranya ada yang tamu dari kalangan anggota DPRDSU, membuat pernyataan akan melakukan mosi tidak percaya kepada Saleh Bangun selaku Ketua DPRDSU. Soal mosi tidak percaya itu, silahkan percaya atau tidak bahwa itu akan digulirkan. Namun, yang pasti keseluruhan pembiayaan terhadap kegiatan pelantikan tersebut, berasal dari uang rakyat. Maka sudah sepantasnya, rakyat menuntut pertanggungjawaban penggunaannya dan memberikan sanksi sosial terhadap pihak yang bertanggung jawab terhadap peristiwa politik yang memalukan tersebut.

Setidaknya demikianlah, diantara substansi dari tanggapan para pihak di media cetak dan elektronik, sebagai wujud kekesalan terhadap Saleh Bangun yang telah beberapa hari setelah kejadian tidak kunjung menyampaikan alasan lebih jauh dari sekedar sesuatu hal yang menjadi alasan yang bisa dibaca di surat seperti yang diberitakan oleh media.

Masyarakatpun bertanya-tanya, apa sebenarnya  yang menjadi alasan dikeluarkannya surat resmi yang meminta untuk menunda pelantikan. Padahal, sehari sebelumnya, ketua DPRDSU telah memberi restu pelantikan dilaksanakan di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta. Para undangan dari DPRDSU, Kepala Daerah atau yabg mewakili dan tamu undangan lainnya juga sudah hadir di ruangan pelantikan, dengan membawa surat undangan yang dikeluarkan oleh DPRDSU dan ditandatangani oleh Saleh Bangun selaku Ketua DPRDSU. Ucapan selamat dari para pihak juga sudah menghiasi media cetak di Sumut.

Akhirnya masyarakat membuat jawaban sendiri dari pertanyaan tersebut. Diantaranya adalah tekanan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak setuju dengan pelantikan tersebut. Lalu siapa yang tidak setuju tersebut, pandanganpun terarah ke pesaingnya dalam kompetisi perebutan orang nomor satu di Sumatera Utara. Alasannya, pesaingnya tersebut merasa pelantikan Gatot menjelang Pilgubsu yang tinggal beberapa hari lagi akan menguntungkan Gatot dalam publikasi dan akan meningkatkan populeritasnya di depan calon pemilih. Sehingga berbagai upaya pun dilakukan termasuk menekan Saleh Bangun untuk menggunakan posisinya sebagai Ketua DPRD SU membuat surat susulan yang meminta pelantikan ditunda.

Cara pandang di atas sebenarnya masuk akal, jika merunut tarik menarik yang terjadi paska keluarnya surat penetapan gatot sebagai Gubsu defenitif dan permintaan kemendagri kepada DPRDSU untuk mengagendakan pelantikan. Muncul penolakan dari beberapa pihak yang berafiliasi ke pasangan calon gubsu yang menjadi kompetitor Gatot  dalam Pilgubsu tersebut. Jelas tergambar ke khawatiran bahwa pelantikan tersebut akan menguntungkan Gatot, tetapi dicari argumentasi etika politik, pemborosan dan alas an administratif yang sebenarnya tidak substantif. Di internal DPRDSU juga sepertinya terjadi perdebatan yang alot. Awalnya ditetapkan tgl 25 Feb, lalu dibahas lagi di Banmus muncul usulan tanggal 8 Maret, dan akhirnya ditetapkan tgl 28 Feb, yg bertempat di Kemendagri, dengan alasan agar tidak mengganggu masa kampanye pasangan gubsu di Sumatera Utara,

Lalu, apa yg kemudian dipahami oleh masyarakat adalah ini upaya kompetitor dan pendukungnya yang membuat Gatot pada posisi yang terjalimi dan menimbulkan simpati. Upaya untuk menimpakan kesalahan terhadap Gatot seperti pemberitaan dari Koran tertentu dianggap warga sesuatu yang tidak masuk akal. Sebaliknya malah menguatkan kesan di warga bahwa ada upaya sistematik untuk memperburuk citra Gatot melalui kampanye hitam. Setidaknya inilah yang saya temukan dari komentar beberapa warga di kompleks perumahan saya dan di warung yang saya sengaja singgahi untuk mengetahui opini masyarakat, terkait dengan peristiwa politik tersebut.

Dari beberapa komentar warga di warung kopi, analisis yang disampaikan sungguh sangat menarik. Sepertinya diskusi politik di warung kopi, dalam beberapa hal lebih menarik dari perbincangan di gedung parlemen, yang lebih banyak membicarakan proyek. Dua diantaranya ku ceritakan ulang berdasarkan apa yang ku ingat.

Satu diantaranya dari lelaki setengah baya.  Kelihatannya beliau berpendidikan dengan tutur bahasa yang runut menganalogikan batalnya pelantikan Gatot dihari itu, dengan kisah penciptaan manusia pertama, Nabi Adam. Beliau bercerita bahwa Tuhan menciptakan dari tanah. Sebelum dimasukkan roh ke tubuhnya, Tuhan dengan bantuan malaikat membuat desain bentuknya berupa patung yang terbuat dari tanah. Iblis yang memang tidak setuju dengan penciptaan adam, yang dipimpin oleh pemukanya bernama Syaitan terus berupaya sekuat tenaga agar penciptaan tersebut tidak jadi dilaksanakan. Salah satu caranya adalah dengan berusaha membuat jelek patung tanah tersebut dengan menambahkan beberapa bagian dengan tujuan agar calon Nabi Adam tersebut jadi buruk dan Tuhan membatalkannya. “Akan tetapi yang terjadi adalah tempelan tambahan yang dibuat Syaitan tersebut malah membuat wajah Nabi Adam men jadi lebih ganteng” katanya sambil tertawa.

Anggota parlemen warung kopi lainnya tidak mau kalah. Seorang laki-laki berperawakan kecil yang saya perkirakan umurnya sekitar 35 – 40 tahun, berusaha  menjelaskan penyebab sebenarnya dari batalnya pelantikan tersebut. “Begininya itu sebenarnya,” katanya memulai dengan mimik yang menyakinkan. “Ketua DPRD Sumut itu, membuat alas an di suratnya karena sesuatu hal, itu ada hubungannya dengan artis penyanyi, Syahrini”. Mendengar penjelasannya, para pendengar yang awalnya serius, diantaranya  mulai senyum-senyum, tetapi tetap menunggu kelanjutan ceritanya. “Eh, serius ini,” ucapnya lagi untuk menyakinkan. “Ya, ya, lanjutlah” sambut yang lain. “Pak Saleh Bangun, Ketua DPRD itu merupakan fans berat dari Syahrini. Sehingga ketika membuat surat pun, dia mengutip lirik lagu Syahrini, “Sesuatu, yang ada di hatimu sesuatu” ucapnya sambil bernyanyi. Tanpa memperdulikan reaksi pendengarnya, dia melanjutkan ceritanya,”Dan tujuannya adalah untuk membuat kegaduhan, seperti yang juga Syahrini sebutkan : Cetar Membahana”.

About saruhumrambe

Berlatar belakang pendidikan Antropologi. Aktif diorganisasi sebagai sekretaris Asosisasi Antropologi Indonesia (AAI) Sumut. Bekerja secara mandiri sebagai konsultan komunikasi dan sosial.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: