//
you're reading...
GetaRasa

Kisah Pembunuhan Yang Merangsang

Kemarin, seharian aku meninggalkan rumah. Setengah harinya
di toko buku dan setengahnya lagi waktu ku habiskan dengan
menonton film di studio 21. Tidak tanggung-tanggung, aku
menonton tiga film secara berurutan. Ketiga film ini tidak jauh
dari kisah pembunuhan namun dengan pesan yang berbeda-beda.

Film pertama, berjudul From Paris With Love. Jangan tertipu dengan judulnya. Ini sama sekali bukan film romantis, tetapi film laga yang tokohnya melakukan pembunuhan massal dengan gembira. Film yang dibintangi Jhon Travolta dan diproduksi oleh industri film hollywood ini berkisah tentang kehebatan amerika yang memiliki keunggulan segalanya seperti teknologi, dan agen rahasia yang mumpuni yang dapat membasmi dan menangkal kejahatan walaupun itu berada di luar negeri. 

Saya tidak bermaksud menceritakan secara utuh film tersebut. Tentunya lebih asyik menontonnya daripada mendengar ceritanya dariku. Tetapi yang mau ku sampaikan di sini adalah amerika tak pernah berubah untuk melakukan propoganda termasuk melalui film untuk mengokohkan hegemoninya. Walaupun, amerika tak jarang kalah dalam perang senjata maupun ekonomi, tetapi dalam film jarang sekali terjadi.

Namun, sebagai orang yang hobby menonton, film amerika kali ini ada sedikit berbeda. Kalau biasanya yang dijadikan musuh itu dicitrakan sebagai mafia Rusia dan yakuza Jepang, kali ini yang dijadikan tertuduh adalah komunitas China dan komunitas muslim dari Asia Barat (Pakistan). Komunitas China sebagai tertuduh peredaran narkoba dan komunitas muslim dikaitkan dengan tindak terorisme.

Kenapa dua komunitas ini yang dicitrakan sebagai pelaku kejahatan dan layak untuk dibasmi? Tentunya ini tidaklah kebetulan tetapi bahagian propoganda. Saat ini China menjadi pesaing utama amerika yang diperkirakan sepuluh tahun ke depan akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi  terbesar di dunia melampaui Amerika. Ketika Amerika mengalami krisis, China tampil dengan cadangan devisa terbesar di dunia.

Komunitas muslim, selalu dipojokkan dengan pelaku bom bunuh diri. Satu orang pembom bunuh diri dianggap lebih berbahaya dari ratusan bandar dengan ribuan kilo  narkoba. Orang-orang dari komunitas muslim, dianggap selalu mencari cara untuk melakukan penghancuran terhadap tokoh penting maupun kepentingan amerika dimanapun berada. Tidak berbeda dengan film propoganda lainnya seperti Rambo, tokoh dalam film ini dengan segala keunggulannya dapat menghancurkan ancaman dengan hasil luar biasa . Saking hebatnya, tokoh penting yang dijadikan sasaran pun tak mengetahui  bahwa  ada ancaman    terhadapnya dan sudah dimusnahkan. Itulah propoganda untuk mengukuhkan hegemoni amerika. Semua pihak termasuk industri film turut menjadi pelakunya.

Film kedua, adalah Film China yang berjudul: 14 Blades. Film ini berkisah tentang pendekar yang berusaha mempertahankan prinsip dan martabatnya di tengah intrik perebutan kekuasaan di masa Kekaisaran Ming.  “Misi harus diselesaikan. Siapapun yang menghalangi, baik kawan maupun kawan pantas mati”. Ucapan pendekar yang di sepanjang film diucapkan lebih dari sepuluh kali. Pertarungan dan pembunuhan menjadi suatu jamak untuk mempertahankan prinsip dan martabat. Tokohnya pun berakhir hidupnya bersama dengan selesainya misi.

Sungguh tak diduga, komunitas muslim juga menjadi salah satu setting di dalam film ini. Komunitas dalam sebuah kota yang ditandai dengan mesjid-mesjid megah. Kota ini dikuasai oleh perampok yang bermartabat. Pimpinannya yang bernama Hakim, rela berkorban nyawa untuk menolong sahabatnya yang sedang terancam nyawanya.

Film ketiga adalah film Indonesia. Judulnya: Suster Ngesot. Berkisah tentang horor pembunuhan untuk balas dendam. Lebih berdarah-darah dari kedua film sebelumnya walaupun jumlah yang terbunuh jauh lebih sedikit. Tak jelas, pesan yang mau disampaikan kecuali darah dan birahi bersaudara dekat. Nonton film horor koq pake terangsang segala???

About saruhumrambe

Berlatar belakang pendidikan Antropologi. Aktif diorganisasi sebagai sekretaris Asosisasi Antropologi Indonesia (AAI) Sumut. Bekerja secara mandiri sebagai konsultan komunikasi dan sosial.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: